Jika anda memiliki naluri seorang peneliti, cobalah membuat percobaan berikut ini:
Ambil seekor kucing yang baru berusia stu atau dua hari, lalu jahitlah kedua mata Hingga tertutup dan tidak dapat melihat. Seminggu kemudian, periksalah otaknya. Apa yang terjadi? Sel-sel saraf dipusat penglihatan menjadi kecil, jalur-jalurnya tidak banyak, dan sirkuit yang dibentukpun sangat sedikit. Setengah otaknya akan mengalami gangguan parah.
Ketika anak-anak berumur balita, anak laki-laki anda cenderung mengembangkan otak kirinya, sementara anak peempuan dengan otak kananya. Bahasa yang ketika dewasa berpusat diotak kiri diatur secara bersama oleh otak kiri dan otak kananya sekaligus sehinnga bermain menjadi alat untuk belajar.
Waktu yang tepat untuk perkembangan fungsi-fungsi otak tertentu dikenal sebagai masa kritis. Jika sudah tepat tempat dan fungsinya mulai diatur secara khusus sel-sel saraf akan memulai membangun kehidupan baru. Sel-sel saraf menjadi besar, juluran-julurannya mangkin banyak, dan akan membangun sirkuit-sikuit. Sel dan sirkuitnya tidak akan pernah ada jika melakukan program pada masa kritis itu.
Kapan masa kritis itu? Waktu persisnya sulit dipastikan. Namun ,ia berada pada masa janin, bayi dan anak, sekalipun otak ssensntiasa terbuka sepanjang waktu untuk berkembang membentuk sirkuit-sirkuitnya. Tetapi saat bayi, ia betul-betul terbuka. Sentuhan kasih sayang, masukan makanan, lingkungan belajar yang mendukung adalah kunci perkembangan otak pada masa kritis.
Banyaknya unik pada otak bayi yang tidak dimiliki otak dewasa. Bayi dapat “melihat” suara dan “mendengar” warna. Ini karena pada bayi ada hubungan erat antara retina mata dan daerah pengatur pendengaran di thalamus. Begitu juga hubungan telinga dan daerah penglihatan, telinga dan penglihatan di thalamus. Jika ini terjadi pada dewasa, para ahli menyebutnya sinestasia.
Yang harus anda ingat juga adalah kenyataan bahwa amygdala, tempat ingatan emosional, matang pada usia tiga tahun. Sementara hippocampus, tempat ingatan rasional, akan matang sesudahnya.






0 komentar:
Poskan Komentar